Senin, 21 November 2011

bayi baru lahir bermasalah

BERCAK MONGOL

1.Definisi
Bercak Mongol adalah bercak berwarna biru yang biasanya terlihat di bagian atau daerah sacral, walaupun kadang terlihat di bagian tubuh yang lain. Bercak mongol biasanya terjadi pada anak-anak yang dilahirkan oleh orang tua Asia dan Afrika, kadang-kadang terjadi pada anak-anak dengan orangtua mediterania.  ( Mayes Midwifery Textbook).
Bercak mongol adalah bercak berwarna biru yang terlihat di daerah lumbo sacral pada bayi yang memiliki pigmentasi kulit (kulit berwarna), warnanya seperti memar. Bercak mongol adalah lesi-lesi muskular berwarna abu-abu atau biru dengan batas tepi bervariasi, paling sering pada daerah prasakral, tapi dapat juga ditemukan di daerah posterior paha, tungkai, punggung, dan bahu. (Nelso, 1993)
Bintik Mongolia, daerah pigmentasi biru-kehitaman, dapat terlihat pada semua permukaan tubuh, termasuk pada ekstremitas. Bercak ini lebih sering terlihat di punggung dan bokong. Daerah pigmentasi ini terlihat pada bayi-bayi yang berasal dari Mediterania, Amerika Latin, Asia, Afrika, atau beberapa wilayah lain di dunia. Bercak-bercak ini lebih sering terlihat pada individu berkulit lebih gelap tanpa memperhatikan kebangsaannya. Bercak ini secara bertahap akan lenyap dengan sendirinya dalam hitungan bulan atau tahun (Dasar-dasar Keperawatan Maternitas Edisi 6, Persis Mary Hilton, EGC)
Bercak mongol adalah bercak datar normal berwarna hijau kebiruan atau abu kebiruan  yang ditemukan pada 90% bayi Amerika, Asia, Hispanik dan Afrika Amerika dan 10%nya terjadi pada bayi Kaukasia, khususnya keturunan Mediterania. Paling sering pada daerah punggung, bokong, tapi dapat pula ditemukan pada bagian tubuh lain. Memiliki bermacam ukuran dan bentuk, tidak memiliki hubungan dengan penyakit tertentu. Kebanyakan akan memudar pada usia 2 atau 3 tahun, walaupun bekasnya akan bertahan sampai dewasa. (www.legachyhealth.org)
Bercak mongol terlihat seperti bercak rata berwarna biru, biru hitam, atau abu-abu dengan batas tegas, bisa berukuran sangat besar dan mirip dengan tanda lebam. Umumnya terdapat pada sisi punggung bawah, juga paha belakang, kaki, punggung atas dan bahu. Biasanya dimiliki pada 9 dari 10 anak berkulit hitam, keturunan Mediterania dan keturunan Indian dan sangat jarang terjadi pada bayi berambut pirang dan berwarna biru. (www.conectique.com)
Bercak mongol merupakan sekumpulan padat melanosit, sel kulit yang mengandung melanin, pigmen normal kulit. Saat melanosit muncul ke permukaan kulit, akan terlihat coklat tua. Semakin jauh dari permukaan kulit, melanosit akan terlihat semakin biru. Selain itu, bercak mongol tidak berhubungan dengan memar atau kondisi medis lainnya. Bercak mongol tidak menjurus pada kanker ataupun masalah lain. (www.drgreene.com)

2.Etiologi
Bercak mongol adalah bawaan sejak lahir, warna khas dari bercak mongol ditimbulkan oleh adanya melanosit yang mengandung melanin pada dermis yang terhambat selama proses migrasi dari krista neuralis ke epidermis. Lebih dari 80% bayi yang berkulit hitam. Orang Timur dan India Timur memiliki lesi ini, sementara kejadian pada bayi yang kulit putih kurang dari 10%. Lesi-lesi yang tersebar luas, terutama pada tempat-tempat yang tidak biasa cenderung tidak menghilang.
Hampir 90% bayi dengan kulit berwarna atau kulit Asia (Timur) lahir dengan bercak ini,namun pada bayi Kaukasia hanya 5 %. Lesi ini biasanya berisi sel melanosit yang terletak di lapisan dermis sebelah dalam atau di sekitar folikel rambut. Kadang-kadang tersebar simetris, dapat juga unilateral. Bercak ini hanya merupakan lesi jinak dan tidak berhubungan dengan kelainan-kelainan sistemik. (iskandar, 1985)

3.Gejala Klinis
Tanda lahir ini biasanya berwarna coklat tua, abu-abu batu, atau biru kehitaman. Terkadang bintik mongol ini terlihat seperti memar. Biasanya timbul pada bagian punggung bawah dan bokong, tetapi sering juga ditemukan pada kaki, punggung, pinggang, dan pundak. Bercak mongol juga bervariasi dalam ukuran, dari sebesar peniti sampai berdiameter enam inchi. Seorang anak bisa memiliki satu atau beberapa bercak mongol. (www.drgreene.com).
Adanya bercak kebiru-biruan atau biru-kehitaman pada bagian punggung, bokong. Bagian bawah spina, pada bahu atau bagian lainnya. Biasanya bercak mongol ini terlihat sebagai :
a.Luka seperti pewarnaan.
b.Daerah pigmentasi memiliki tekstur kulit yang normal.
c.Area datar dengan bentuk yang tidak teratur.
d.Biasanya akan menghilang dalam hitungan bulan atau tahun.
e.Tidak ada komplikasi yang ditimbulkan.

4.Penatalaksanaan
Bercak mongol biasanya menghilang dalam beberapa tahun pertama, atau pada 1-4 tahun pertama sehingga tidak memerlukan perlindungan khusus. Namun, bercak mongol multiple yang tersebar luas, terutama pada tempat-tempat biasa, cenderung tidak akan hilang, tapi dapat menetap sampai dewasa.
Sumber lain menyatakan bahwa bercak mongol ini mulai pudar pada usia dua tahun pertama dan menghilang antara usia 7-13 tahun. Kadang-kadang juga menghilang setelah dewasa. Sebagian kecil, sekitar 5% anak yang lahir dengan bercak mongol masih memiliki bercak mongol hingga mereka dewasa. Bercak mongol ini biasanya tidak berbahaya dan tidak memerlukan perawatan ataupun pencegahan khusus.
Nervus Ota (Daerah zigomaticus) dan Nervus Ito (daerah sclera atau fundus mata atau daerah delto trapezius) biasanya menetap, tidak perlu diberikan pengobatan. Namun, bila penderita telah dewasa, pengobatan dapat dilakukan dengan alasan estetik. Akhir-akhir ini dianjurkan pengobatan dengan menggunakan sinar laser.
Penatalaksanaan yang dapat dilakukan oleh bidan dalam hal ini adalah dengan memberikan konseling pada orang tua bayi. Bidan menjelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan bintik mongol, menjelaskan bahwa bintik mongol ini akan menghilang dalam hitungan bulan atau tahun dan tidak berbahaya serta tidak memerlukan penanganan khusus sehingga orang tua bayi tidak merasa cemas.

HEMANGIOMA
Hemangioma adalah suatu tumor jaringan lunak yang sering terjadi pada bayi baru lahir dan pada anak berusia kurang dari 1 satu tahun (5-10%). Biasanya Hemangioma sudah nampak sejak bayi dilahirkan (30%) atau muncul setelah beberapa minggu setelah kelahiran (70%). Hemangioma muncul di setiap tempat pada permukaan tubuh, seperti : kepala, leher, muka, kaki atau dada. Umumnya hemangioma tidak membahayakan karena sebagian besar kasus hemangioma dapat hilang setelah kelahiran.

IKTERUS
ikterus perubahan warna jaringan menjadi kuning akibat deposisi dari bilirubin. Deposisi bilirubin hanya terjadi jika terjadi serum hiperbilirubinemia, ini merupakan pertanda adanya penyakit hati ataupun penyakit hemolitik. Derajat serum bilirubin paling baik dilihat pada sklera, sklera memiliki afinitas terhadap bilirubin karena memiliki elastin yang banyak. Adanya sklera ikterik mengindikasikan kadar bilirubin setidaknya 3.0 mg/dl (normal <1 mg/dl). Jika menemui pasien dengan sklera ikterik, tempat kedua memeriksa adanya ikterik adalah di bawah lidah. Seiring dengan meningkatnya bilirubin kulit akan menjadi kuning pada pasien dengan warna kulit terang dan jika ini terjadi dalam waktu lama; warna hijau akan terjadi karena oksidasi bilirubin menjadi biliverdin. Diagnosis diferensial dari jaundice adalah carotenoderma. Jaundice dapat terjadi pada penggunaan obat quinacrine, dan paparan phenols berlebihan. Carotenoderma merupakan perubahan warna kulit menjdai kuning akibat caroten; ini dapat terjadi pada orang sehat yang mengkonsumsi buah maupun sayuran mengandung caroten seperti wortel, sayuran daun-daunan, labu, persik, dan jeruk. Tidak seperti jaundice dimana warna kuning terdistribusi merata di seluruh tubuh, pada caroteoderma pigmen terkonsentrasi pada telapak tangan, telapak kaki, dahi, lipatan nasolabial. Carotenoderma dapat dibedakan dengan jaundice dengan tidak adanya kuning pada sclera. Tidak seperti carotene, quinacrine menyebabkan warna kuning pada sklera. Cara lain yang sensitif untuk melihat peningkatan serum bilirubin adalah warna kehitaman pada urin, karena meningkatnya ekskresi bilirubin terkonjugasi. Warna urin dapat menjadi seperti teh atau cola. Bilirubinemia merupakan indikasi meningkatnya serum bilirubin direk dan mencermikan penyakit hati.

PRODUKSI DAN METABOLISME BILIRUBIN
• Berasal dari hemoprotein-> heme pada Hb eritrosit, hemoprotein pada mioglobin dan cytochrom yang tersebar di seluruh tubuh.
• Bilirubin dibentuk di sel retikuloendothelial terutama di limpa dan hati
• Hb -> (hemeoxygenase) protoporphyrin IX + Fe -> biliverdin + CO + Fe
• Biliverdin -> (biliverdin reductase) bilirubin tidak terkonjugasi (tidak larut air) ; kemudian di bawa albumin ke hepatocyte (hepar).
• Retikulum endoplasma hepatocyte ; bilirubin +glukuronic acid -> (uridine diposphate-glucuronosyl transferase atau UDPGT) bilirubin terkonjugasi
• Ekskresi oleh kantong empedu ke usus ; bilirubin terkonjugasi tidak diabsorpsi usus
• Pada bagian ileum distal dan kolon ; bilirubin tidak terkonjugasi -> (bakterial beta glukuronidase) bilirubin tidak terkonjugasi
• Bilirubin tidak terkonjugasi->(bakteri usus normal) colorless urobilinogen
• Urobilinogen sebagian ada yang berubah jadi urobilin (derivat oranye) • 80-90% urobilinogen di ekskresi melalui feses
• 10-20% uribilinogen di absorpsi secara pasif kemudian masuk ke vena porta dan diambil oleh hati kemudian diekskresikan lagi. Sisanya fraksi kecil (<3 mg/dl) tidak diambil hati dan difiltrasi oleh glomerulus dan diekskresikan melalui urin.

MUNTAH DAN GUMOH
gumoh dan muntah pada bayi merupakan pengeluaran isi lambung. Bedanya gumoh terjadi seperti illustrasi air yang mengalir ke bawah , bisa sedikit (seperti meludah) atau cukup banyak. Bersifat pasif dan spontan. Sedangkan muntah lebih cenderung dalam jumlah banyak dan dengan kekuatan dan atau tanpa kontraksi lambung. Sekitar 70 % bayi berumur di bawah 4 bulan mengalami gumoh minimal 1 kali setiap
harinya, dan kejadian tersebut menurun sesuai dengan bertambahnya usia hingga 8-10 persen pada umur 9-12 bulan dan 5 persen pada umur 18 bulan. Meskipun normal,
Gumoh yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang akan mengganggu pertumbuhan bayi.
Penyebab Gumoh Bayi:
1. ASI atau susu yang diberikan melebihi kapasitas lambung.
Lambung yang penuh juga bisa bikin bayi gumoh. Ini terjadi karena makanan yang terdahulu belum sampai ke usus, sudah diisi makanan lagi. Akibatnya si bayi muntah. Lambung bayi punya kapasitasnya sendiri.
2. posisi menyusui.
- Sering ibu menyusui sambil tiduran dengan posisi miring sementara si bayi tidur telentang. Akibatnya, cairan tersebut tidak masuk ke saluran pencernaan, tapi ke saluran napas. Bayi pun gumoh.
- pemakaian bentuk dot. Jika si bayi suka dot besar lalu diberi dot kecil, ia akan malas mengisap karena lama. Akibatnya susu tetap keluar dari dot dan memenuhi mulut si bayi dan lebih banyak udara yang masuk. Udara masuk ke lambung, membuat bayi muntah.
3. Klep penutup lambung belum berfungsi sempurna.
Dari mulut, susu akan masuk ke saluran pencernaan atas, baru kemudian ke lambung. di antara kedua organ tersebut terdapat klep penutup lambung. Pada bayi, klep ini biasanya belum berfungsi sempurna.
4. fungsi pencernaan bayi dengan peristaltik (gelombang kontraksi pada dinding lambung dan usus) untuk makanan dapat masuk dari saluran pencernaan ke usus, masih belum sempurna.
5. Terlalu aktif. Misalnya pada saat bayi menggeliat atau pada saat bayi terus menerus menangis. Ini akan membuat tekanan di dalam perutnya tinggi, sehingga keluar dalam bentuk muntah atau gumoh.
Cara meminimalisir Gumoh atau muntah bayi :

1. Hindari memberikan ASI/susu saat bayi berbaring. Jaga agar bayi tetap dalam posisi tegak sekitar 30 menit setelah menyusu.
2. Hindari meletakkan bayi di kursi bayi karena akan meningkatkan tekanan pada perut.
3. Hindari merangsang aktivitas yang berlebihan setelah bayi menyusu.
4. Kontrol jumlah ASI/susu yang diberikan.misal Berikan ASI /susu dengan jumlah sedikit tapi sering.
5. sendawakan bayi segera setelah menyusu. Bahkan bayi terkadang masih membutuhkan bersendawa di antara 2 waktu menysusu.
6. Check lubang dot yang Anda gunakan untuk memberikan ASI/susu. Jika lubang terlalu kecil akan meningkatkan udara yang masuk. Jika terlalu besar ,susu akan mengalir dengan cepat yang bisa memungkinkan bayi Anda gumoh.
7. Hindari memberikan ASI/susu ketika bayi sanagt lapar, karena bayi akan tergesa-gesa saat minum sehingga akan menimbulkan udara masuk.
8. jika menyusui, posisi bayi dimiringkan. Kepalanya lebih tinggi dari kaki sehingga membentuk sudut 45 derajat. Jadi cairan yang masuk bisa turun ke bawah.
9. Jangan mengangkat bayi saat gumoh atau muntah.
Segera mengangkat bayi saat gumoh adalah berbahaya, karena muntah atau gumoh bisa turun lagi, masuk ke paru dan akhirnya malah mengganggu paru. Bisa radang paru. Sebaiknya, miringkan atau tengkurapkan anak. Biarkan saja ia muntah sampai tuntas jangan ditahan.
20. Biarkan saja jika bayi mengeluarkan gumoh dari hidungnya.
Hal ini justru lebih baik daripada cairan kembali dihirup dan masuk ke dalam paru-paru karena bisa menyebabkan radang atau infeksi. Muntah pada bayi bukan cuma keluar dari mulut, tapi juga bisa dari hidung. Hal ini terjadi karena mulut, hidung, dan tenggorokan punya saluran yang berhubungan. Pada saat muntah, ada sebagian yang keluar dari mulut dan sebagian lagi dari hidung. Mungkin karena muntahnya banyak dan tak semuanya bisa keluar dari mulut, maka cairan itu mencari jalan keluar lewat hidung.
11. Hindari bayi tersedak.
bila si bayi tersedak dan muntahnya masuk ke saluran pernapasan alias paru-paru. ini disebut aspirasi dan berbahaya. Lebih bahaya lagi jika si bayi tersedak susu yang sudah masuk ke lambung karena sudah mengandung asam dan akan merusak paru-paru. Untuk mencegah kemungkinan tersedak, agar setiap kali bayi muntah selalu dimiringkan badannya. Akan lebih baik jika sebelum si bayi muntah (saat menunjukkan tanda-tanda akan muntah) segera dimiringkan atau ditengkurapkan atau didirikan sambil ditepuk-tepuk punggungnya.
Perlu OBSERVASI
Adalah sangat penting mengetahui bahwa muntah atau gumoh berlebihan pada bayii Anda yang mengarah pada hal patologis. Anda tak perlu khawatir jika :
  • Berat badan bertambah (dalam rentang normal)
  • bayi tampak senang
  • pertumbuhan dan perkembangan bayi normal
Sebaliknya, Anda perlu khawatir jika:
    • Penurunan berat badan atau tidak ada kenaikan berat badan
    • Infeksi dada berulang
    • Muntah disertai darah
    • Bayi dehidrasi
    • Gangguan pernafasan misal henti nafas, biru atau nafas pendek
Tanda awal adanya masalah dengan pemberian ASI/susu pada bayiantara lain:
1. Bayi tidak tenang/selalu rewel/gelisah sepanjang waktu
2. Bayi tidak ingin menyusu /tidak nafsu
3. Bayi selalu menangis saat atau setelah menyusu
4. Bayi muntah /gumoh secara berlebihan yang berulang dan sering.

ORAL TRUSH

Oral Thrush
  1. Istilah lain : Oral Candidiasis (kandidiasis oral, kandidiasis mulut)
  2. Lokasi : rongga mulut (termasuk lidah, langit-langit mulut, tonsil, gusi)
  3. Kelainan kulit : bercak-bercak putih di dalam mulut, termasuk bibir, lidah, langit-langit mulut, gusi, dan tonsil/amandel
Oral thrush adalah penyakit infeksi pada rongga mulut yang disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans. Oral thrush sering terjadi pada neonatus (bayi baru lahir), balita, anak yang mendapatkan antibiotik dan kortikosteroid (kortikosteroid oral maupun inhalasi), anak dengan gangguan sistem imun, dan manula.
Candida albicans sebetulnya normal terdapat di permukaan tubuh dalam jumlah kecil. Jamur tersebut dapat di temukan di kulit, rongga mulut, dan saluran pencernaan. Namun apabila flora normal terganggu, Candida albicans dapat tumbuh berlebihan sehingga menyebabkan penyakit kandidiasis. Flora normal dapat terganggu disebabkan penggunaan antibiotik yang tidak tepat, kortikosteroid jangka panjang, dan imunodefisiensi (gangguan daya tahan tubuh). Anak yang sering mendapatkan inhalasi kortikosteroid mempunyai risiko kandidiasis oral. Pada bayi, sumber infeksi candida bisa berasal dari puting ibu yang terkolonisasi kandida dan botol susu yang kurang higienis.
Gejala oral thrush adalah tampak bercak-bercak putih di dalam mulut, termasuk bibir, lidah, langit-langit mulut, gusi, dan tonsil/amandel. Bercak putih tersebut berwarna seperti putih susu, namun sulit dilepaskan. Apabila mudah dilepaskan kemungkinan sisa-sisa susu atau makanan. Bayi bisa saja jadi malas atau tidak mau menyusui karena oral thrush dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, nyeri, atau perih.
Pengobatan oral thrush adalah dengan memberikan obat anti jamur. Obat anti jamur yang sering diberikan adalah nystatin suspensi/tetes. Nystatin relatif aman karena tidak diserap oleh tubuh dan saluran pencernaan. Apabila pengobatan dengan nystatin tidak efektif, obat anti jamur lainnya yang dapat diberikan adalah itraconazole, fluconazole, miconazole, clotrimazole dan gentian violet. Gentian violet sebaiknya tidak ditelan oleh anak. . Tidak ada diet khusus dalam penanganan oral thrush.

DIAPER RUSH

A.Pengertian Diaper Rash

Diaper rash (Ruam popok )adalah iritasi pada kulit bayi Ibu di daerah pantat .Ruam popok dapat berupa ruam yang terjadi di dalam area popok. Pada kasus ringan kulit menjadi merah. Pada kasus-kasus yang lebih berat mungkin terdapat rasa sakit. Biasanya ruam terlihat pada sekitar perut, kemaluan, dan di dalam lipatan kulit paha dan pantat. Kasus ringan menghilang dalam 3 sampai 4 hari tanpa pengobatan. Bila ruam menetap atau muncul lagi setelah pengobatan, berkonsultasilah dengan dokter.

B.Etiologi Diaper Rash
·         Terlalu lembab
·         Luka atau gesekan
·         Kulit terlalu lama terkena urine, feses, atau keduanya
·         Infeksi jamur
·         Infeksi bakteri
·         Reaksi alergi terhadap bahan popok
Bila kulit basah terlalu lama, lapisan kulit yang melindungi kulit mulai rusak. Bila kulit basah digosok, juga lebih mudah rusak. Lembab akibat popok yang sudah penuh dapat berbahaya bagi kulit bayi dan membuat lebih mudah menjadi luka. Bila hal ini terjadi, maka dapat timbul ruam popok. Selanjutnya gesekan antara lipatan kulit yang lembab membuat ruam menjadi lebih berat. Hal inilah yang menyebabkan ruam popok sering terbentuk di lipatan kulit leher dan paha atas.
Lebih dari separoh bayi berusia antara 4 bulan sampai 15 bulan terjadi ruam popok sedikitnya satu kali dalam waktu 2 bulan. Ruam popok lebih sering terjadi pada keadaan-keadaan berikut:
  • Begitu bayi bertambah usia, kebanyakan antara usia 8-10 bulan
  • Bila bayi tidak terjaga kebersihannya dan kering
  • Jika bayi sering buang air besar, khususnya bila tinja tetap berada dalam popok sepanjang malam.
  • Bila bayi mulai makan makanan padat
  • Bila bayi mengkonsumsi antibiotik atau bayi yang masih menyusui yang ibunya mendapat antibiotik.
Bayi yang mengkonsumsi antibiotik lebih mudah menderita ruam popok yang disebabkan oleh infeksi jamur. Jamur menginfeksi kulit yang lemah dan menyebabkan ruam merah terang dengan bintik-bintik merah di pinggirannya. Anda dapat mengobatinya keluhan-keluhan ini, anda dapat menghubungi dokter.
C.Tanda Dan Gejala
1.Iritasi pada kulit yang kontak langsung dengan alergaen sehingga muncul eritema.
2.Erupsi padadaerah kontak yang menonjol,sepertti bokong, alat genitlia,perut bawah atau paha atas
3.Pada keadaan yang lebih parah dapat terjadi papilla eritemosa,vesikula dan ulserasi.
D,Penatalaksanaan
Untuk membantu mencegah timbulnya ruam popok sebaiknya:
  • Gantilah popok segera setelah anak kencing atau berak. Hal ini mencegah lembab pada kulit. Janganlah memakai popok dengan ketat khususnya sepanjang malam hari. Gunakan popok dengan longgar sehingga bagian yang basah dan terkena tinja tidak menggesek kulit lebih luas. Bersihkan dengan lembut daerah popok dengan air. Anda tidak perlu menggunakan sabun setiap kali mengganti popok atau setiap kali buang air besar. (Bayi yang mendapat ASI dapat BAB sebanyak 8 kali per hari). Gunakan sabun hanya bila tinja tidak mudah keluar.
  • Jangan menggunakan bedak bayi atau talk karena dapat menyebabkan masalah dengan pernapasan pada bayi anda.
  • Hindari selalu membersihkan dengan usapan yang dapat mengeringkan kulit. Alkohol atau parfum pada produk tersebut dapat mengiritasi kulit bayi.

Bila ruam popok muncul walaupun anda telah berusaha untuk mencegahnya, cobalah langkah-langkah sebagai berikut:
  • Gantilah popok yang telah penuh sesering mungkin
  • Gunakan air bersih untuk membersihkan area popok setiap kali mengganti popok. Gunakan air mengalir sehingga anda dapat membersihkandan membilas tanpa tidak perlu menggosok.
  • Tepuk sehingga kering; jangan menggosok. Biarkan area di udara terbuka sehingga benar-benar kering
  • Gunakan tipis-tipis ointment atau krim pelindung (seperti yang mengandung zinx ixide atau petrolatum) untuk membentuk lapisan pelindung pada kulit. Salep ini biasanya tebal dan lengket dan tidak hilang, seluruhnya pada penggantian popok berikutnya. Perlu diingat garukan keras atau gosokan kuat hanya akan lebih memperberat kerusakan kulit.
  • Konsultasikan dengan dokter anda bila ruam:
  1. Melepuh atau terdapat nanah
  2. Tidak hilang dalam waktu 48 sampai 72 jam
  3. Menjadi lebih berat
  • Gunakan krim yang mengandung steroid hanya bila dokter anda merekomendasikan. Krim tersebut jarang diperlukan dan mungkin berbahaya
 SEBORRHEA
Seborrhea adalahgangguanfungsidarikelenjarpalit/lemakyang ditandaidenganpengeluaranlemaksecaraberlebihanyang membentuksisik-sisikputihkekuninganatausumbatan–sumbatansepertikeju
•Macam-macamseborrhea
-Seborrhea adipose
-Seborrhea neonaturum(sarafsusu)
-Seborrhea Squamosa(bersisik)
penyebab
•Kelenjarminyakpadabayibiasanyabekerjaterlaluaktifakibattingginyakadarhormonibuyang mengalirdidalamtubuhbayi
•Pengaruhhormonibubiasanyahanyaberlangsungpadabulan-bulanpertamakehidupansikecil. Gangguaniniakanhilangsetelahbayiberusia6-7 bulan.
Penanganan
Bilapadakulitkepalabayiditemukankerakatauselokarang, iniharusdibersihkandenganhati-hatitidakbolehdenganpaksaankarenadapatmengakibatkanlecetataulukapadakulitkepala

BISULAN
Pengertian
"Bisul adalah suatu peradangan pada kulit yang biasanya mengenai folikel rambut dan disebabkan oleh kuman staphylococcus aureus,“
Jenis-jenis bisul
-Folikulitis
-Furunkel
-Furunkel losis
-Karbunkel
-Abses multiple
-Hidra adenitis
-Skrofulo derma
Tanda dan gejala
-Gatal
-Nyeri
-Berbentuk kerucut dan bermata
-Berbentuk kubah
-Demam
Penyebab
-Faktor kebersihan
-Daerah tropis
-Menurunnya daya tahan tubuh
Penanganannya
Orang tua harus memperhatikan kebersihan anaknya. Baik kebersihan badan maupun lingkungan bermainnya.
Bila sudah timbul keluhan seperti gatal-gatal, jangan dianggap remeh, bisa jadi itu adalah gejala awal timbulnya bisul.
Kalau ada benjolan, jangan dipencet-pencet apalagi kalau tangan/benda yang digunakan untuk memencet tidak bersih. Aktivitas ini bisa memperparah keadaan.
Jangan sembarangan menggunakan antibiotik untuk mengobati bisul walaupun bentuknya hanya berupa krim, karena antibiotik bisa menimbulkan kekebalan/resistensi.
Perhatikan gizi anak. Asupan gizi yang baik akan berpengaruh terhadap daya tahan tubuhnya
MILIARIA
Miliariadisebutjugasudamina, liken tropikus, biangkeringat, keringatbuntet.
Miliariaadalahdermatosisyang disebabkanolehreterensikeringat,yaituakibattersumbatnyaporikelenjarkeringat. Biasanyatimbulpadaudarapanasdanlembab
Macam-macanmilaria
-Milariakristalina
-Milariarubra
Penyebab
Personal hygiene yang kurang
Pengaruhhormonibu, sedikitbintikputihseringterlihatpadahidungBBL, berkembangpadausia2-3 mggsetelahkelahirandandapatbertambahhingga4 blnsetelahkelahiran
Biasanyaterjadiapabilaudarapanasdanlembab
Keluarkeringatyang berlebihan
Bayidenganpakaianterlaluhangatsaatberadadidalamruangan

Pengobatan
Prinsippengobatanadalahmengurangiproduksikeringatdanmemberikesempatanagar sumbatanporiitulenyap.
Sebaiknyapenderitatinggaldiruanganyang menggunakanair conditioning AC atauditempatyang sejukdankeringudaranya. Dapatdiusahakanpenggunaanventilator.
Terhadappenderitadapatjugadiberikanobatantikolinergikyang membuatproduksikeringatberkurang, yaitumisalnyaprantal, probantinedansebagainya.
Pakaianyang dikenakanharustipis.
Topical jugadapatdiberikanbedakkocokyang bersifatmendinginkandandesinfektansertaanti gatal. PadapenderitamisalnyadapatdiberikanlosioKummerfeldi

DIARE
Diare merupakan penyakit yang lazim ditemui pada bayi maupun anak-anak. Menurut WHO, diare merupakan buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali dalam satu hari, dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih.
Penyebab
Diare dapat menyebabkan seseorang kekurangan cairan. Penyebab diare bermacam-macam, diantaranya infeksi (bakteri maupun virus) maupun alergi makanan (khususnya susu atau laktosa). Diare pada anak harus segera ditangani karena bila tidak segera ditangani, diare dapat menyebabkan tubuh dehidrasi yang bisa berakibat fatal.
Seperti yang telah disebutkan di atas, banyak hal yang dapat menyebabkan diare. Bila bayi maupun anak anda diare, bisa saja dikarenakan adanya parasit, infeksi bakteri maupun virus, antibiotik, atau makanan.

Pencegahan
-Mencucitanganpakaisabundenganbenarpadalima waktupenting
-MakananSehatkarenamakanandapatterkontaminasiolehpenyebabdiarepadatahapproduksidanpersiapan, danpenyimpanan.
-Meminumair minumsehat, atauair yang telahdiolah
-Pengelolaansampahyang baik
-Buangair besardanair kecilpadatempatnya
•Penanganan
-MakandanMinumtetapdiberikan
-Berikangaramoralit
-Segeraperiksakananakkedokterbiladiarelebihdari12 jam ataubilabayiandatidakmengompoldalamwaktu8 jam, suhubadanlebihdari39°C, terdapatdarahdalamtinjanya, mulutnyakeringataumenangistanpaair mata, danluarbiasamengantukatautidakadarespon

OBSTIPASI

Obstipasi adalah pengeluaran mekoniun tidak terjadi pada 24 jam pertama sesudah kelahiran atau kesulitan atau keterlambatan pada faeces yang menyangkut konsistensi faeces dan frekuensi berhajat.
Tanda dan gejala
-Sering menangis
-Susah tidur
-Gelisah
-Perut kembung
-Kadang-kadang muntah
•Penyebab
-penyaluran makanan yang kurang baik
-Kemungkinan adanya gangguan pada usus
-Sering menahan terselit karena nyeri pada saat buang air besar
Penatalaksanaan
Usahakan diet pada ibu dan bayi yang cukup mengandung makanan yang banyak serat, buah-buahan dan sayur-sayuran.
Pemberian laktasi hanya merupakan tindakan pariatif yaitu hanya bila diperlukan saja.
Peningkatan intake cairan
Bila diduga terdapat penyakit hirscprung dapat dilakukan tes tekanan usus.

INFEKSI
Infeksi
-infeksi dalam kamus kedokteran merupakan penembusan dan penggandaan didalam tubuh dari organisme yang hidup ganas seperti bakteri,virus,dan jamur.
-Infeksi perinatologi yaitu infeksi yang terjadi pada neonatus terjadi pada masa prenatal, intranatal dan postnatal. Infeksi pada neonatus lebih sering ditemukan pada BBLR dan pada bayi yang lahir dirumah sakit.
•Macam-macam infeksi
Infeksi berat dan infeksi ringan
•Penyebab
-Infeksi Intranatal Kuman dari vagina naik dan masuk kedalam rongga amnion setelah ketuban pecah
-Infeksi Antenatal
-Infeksi Pasca Natal Infeksi terjadi sesudah bayi lahir lengkap
Gejala
adabeberapagejalayaitu:
Malasminum
Gelisah
Frekuensipernafasanmeningkat
Beratbadanturun
Pergerakankurang
Muntah
Diare
Oedema
Perdarahan, ikterus, kejang, suhumeningkat, normal / kurangdarinormal.
Pencegahan
AdapemisahandikamarbersalinantarabagianSeptikdanAseptik.
Di basal bayibarulahirdipisahkanantaraPartusAseptikdanSeptik.
DapursusuharusbersihdancaramencampursusuharusAseptik, setiapbayiharusmempunyaitempatpakaiansendiribegitupula tempatobat, dll
Pemakaianantibiotic denganindikasijelas

Penatalaksanaan
Mengatur tidur (Semi fowler) agar sesak berkurang
Bila suhu tinggi lakukan kompres.
Berikan asi perlahan
Apabila bayi muntah lakukan perawatan muntah.
Apabila ada diare perhatikan personal hygiene dan keadaan lingkungan
Rujuk segera.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar